MENUTUP LEMBAR YANG TERURAI
Kata demi kata yang kuurai,
Tuangkan isi hati dalam puisi,
Sadarku semua orang takkan mengerti,
Jiwaku kini tersiksa dan bersedih.
Tanya demi Tanya dalam hati,
Membuatku menangis tanpa henti,
Membuatku larut dalam sedih,
Sabar,Tabah yang ada didalam hati,
Membuatku kini mampu n’tuk membenci,
Dirimu yang tak pernah mengerti.
Jiwamu yang tak pernah mau peduli.
Hari demi hari yang kulewati,
Pasrahku bila cinta harus pergi,
Takkan kuharapkan semua kembali.
Karena kuyakin semua hanya misteri,
Yang membuatku lupa jati diri.
Lembar demi lembar yang terurai,
Kututup tanpa hasrat mengulang lagi,
Lepas cintaku hadirkan misteri,
Yang tak pernah kumengerti.
Harap semua pergi tanpa kembali,
Karena kusadar semuanya tak berarti.
1 Comment »
Leave a comment
-
Archives
- January 2009 (1)
- July 2008 (1)
- June 2008 (5)
- April 2008 (1)
- March 2008 (1)
- February 2008 (2)
- January 2008 (2)
- December 2007 (1)
- November 2007 (8)
- October 2007 (5)
- September 2007 (5)
- August 2007 (26)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS



persis spt ap yg ku alami saat ini.