pertukaran jiwa
betapa jiwa dan hatiku sungguh merasa bersedih;;
pohon pohon seakan berbicara” kasihan engkau wahai pemuda”
sungguh jejak jejak pikiranku terhapus benciku/
jiwa-jiwa dalam tubuhku menolak kedamaian;
kepadamu yang tlah mengusik hatiku, kepadamu yang telah mengganggu pikiranku, dan kepadamu yang telah membangunkan lelap malamku//
menista-kan hati , kurasa jiwa seakan-akan kaulah yang membunuhnya;
kepadamu yang mengusik mimpiku, menggantikan dengan sehelai kain hitam//
ku katakan padamu, aku benci kukatakan aku benci kukatakan aku benci ku katakan bahwa aku benci mengatakan sayangku kepadamu//
kepadamu yang membuatku menanyakan diriku;
takkah kau kasihan padaku/ mencintaimu dan menyayangimu seperti kujaga pagi dari malam, seperti kujaga tanah dari hujan, dan seperti kujaga udara dari angin,
kujaga semua perasaanku untuk mengatakan aku menyukaimu;
kepadamu , dengarlah aku ;
dengarlah isi hatiku//
-
Archives
- January 2009 (1)
- July 2008 (1)
- June 2008 (5)
- April 2008 (1)
- March 2008 (1)
- February 2008 (2)
- January 2008 (2)
- December 2007 (1)
- November 2007 (8)
- October 2007 (5)
- September 2007 (5)
- August 2007 (26)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS


