April Mop, Sejarah Buruk Islam
Umat Islam sangat tidak pantas merayakan April Mop atau The April Fool Day karena kebiasaan itu merupakan peringatan peristiwa pembantaian umat Islam di Spanyol pada 1 April 1487 Masehi.”Umat Islam banyak yang ‘latah’ dan merayakan April Mop tanpa mengetahui dasar dan asal muasal peristiwa tersebut,” kata cendekiawan muslim, Asmara Dharma, dalam tulisannya yang diterima Kantor Berita Antara di Medan, Minggu (30-3) lalu.
Ia menjelaskan perayaan April Mop itu diawali peristiwa penyerangan besar-besaran oleh tentara Salib terhadap negara Spanyol yang ketika itu di bawah kekuasaan kekhalifahan Islam pada Maret 1487 Masehi.
Kota-kota Islam di Spanyol, seperti Zaragoza dan Leon di wilayah Utara, Vigo dan Forto di wilayah Timur, Valencia di wilayah Barat, Lisabon dan Cordoba di Selatan, serta Madrid di pusat kota dan Granada sebagai kota pelabuhan, berhasil dikuasai tentara Salib.
Umat Islam yang tersisa dari peperangan itu dijanjikan kebebasan jika meninggalkan Spanyol dengan kapal yang disiapkan di pelabuhan Granada. Tentara Salib itu menjanjikan keselamatan dan memperbolehkan umat Islam menaiki kapal jika mereka meninggalkan Spanyol dan persenjataan mereka.
Namun, ketika ribuan umat Islam sudah berkumpul di pelabuhan, kapal yang tadinya sandar di pelabuhan langsung dibakar dan kaum muslim dibantai dengan kejam sehingga air laut menjadi merah karena darah. Peristiwa pembantaian dan pengingkaran janji tersebut terjadi pada 1 April 1487 Masehi dan dikenang sebagai The April Fool Day.
Peristiwa The April Fool Day itu dipopulerkan menjadi April Mop dengan “ritual” boleh mengerjai, menipu, dan menjahili orang lain pada tanggal tersebut, tetapi dengan nuansa gembira.
“Ritual tersebut diisyaratkan dengan tidak bolehnya orang yang ditipu dan dijahili itu marah dan membalas,” kata dia.
Salah seorang remaja muslim, Julia Putri, mengaku tidak mengetahui sejarah April Mop tersebut meski sering melakukannya ketika masih di bangku sekolah.
Namun, Julia mengaku terkejut jika perayaan April Mop tersebut terkait peristiwa pembantaian umat Islam di Spanyol. Sementara itu, Rita Sahara, remaja Medan lainnya, juga menyatakan tidak mengetahui sejarah awal perayaan April Mop.
sumber :http://lampungpost.com/
1 Comment »
Leave a comment
-
Archives
- January 2009 (1)
- July 2008 (1)
- June 2008 (5)
- April 2008 (1)
- March 2008 (1)
- February 2008 (2)
- January 2008 (2)
- December 2007 (1)
- November 2007 (8)
- October 2007 (5)
- September 2007 (5)
- August 2007 (26)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS



Sedih ya Yu kita turut bersimpati….